Entah sudah ada berapa orang yang nulis tentang perbandingan 2 SPBU ini, tapi saya mencoba untuk berbagi pengalaman saya saja. Perbandingan ini berdasar kenyataan yang saya alami, bukan untuk menjatuhkan image salah satu pihak.
Untuk perbandingan ini saya mengambil SPBU Pertamina PASTI PAS di Jl HR Rasuna Said yang masih baru dengan SPBU Shell yang ada di Mampang.
Well, mari kita mulai :
1. Produk
Saya membeli Super (Rp 8600) dan Premium (6000).
Saya rasa harga dan kualitas produk tidak akan saya bahas di sini karena sangat tidak sebanding (tidak apple to apple). Begitu pula dengan lama antrian tidak bisa dibandingkan karena Premium Pertamina masih menjadi idola banyak orang. Kalau saya membeli Pertamax di Pertamina, waktu antriannya kurang lebih akan sama. So kita lanjut aja ke perbandingan selanjutnya.
2. Kebersihan
Kebersihan relatif sama tapi dengan catatan SPBU Pertamina Rasuna Said masih baru, sedangkan Shell sudah lama.
3. Keramahan pelayan
Untuk point ini, terus terang saya lebih memilih ke Shell. Saya kaget ketika datang lagi ke Shell, si mbak bilang ”hati2 di jalan, apakah sekalian mau beli oli sekalian?”. Perasaan berdasar pengalaman saya di Shell sebelumnya, tidak ada salam seperti ini, biasanya Cuma ”Terima Kasih”. Kemajuan nih.
Salam standar ini juga terjadi di Pasti Pas-nya Pertamina. Ketika saya lihat iklan Pertamina yang ceritanya : ada pelayan yang ramah sedang menawari pembeli yang judes walaupun saat itu sedang bulan puasa. Saya jadi berpikir, kira2 di Pasti Pas mana saya bisa menemukan pelayan Pertamina se-ramah di iklan tersebut. Saya sudah mencoba Pasti Pas TB Simatupang, Pancoran dan Rasuna Said tapi gak ada tuh yang seperti di iklan itu.
4. Layanan
Lagi-lagi saya memilih Shell. Kali ini Shell menang telak!!!
Di Pertamina, ssering terjadi pembulatan receh ke atas. 13.200 dibulatkan ke 13.500. Dan Struk tidak diberikan (kalau tidak diminta). Ini emang persoalan remeh, tapi bukankah ini point besar dalam hal layanan suaatu SPBU?
Di Shell, Struk langsung diberikan baik diminta/tidak. Terus mengenai receh, mereka mempunyai strategi yang jitu, misal harga Super 8600, si pelayan pasti menawarkan dulu ”pak kita bulatin ke 9000 ya?” atau terus terang mengakui ”pak, kita lagi tidak ada receh nih, kita bulatkan ke atas ya?”. Ya emang terjadi ”pemaksaan” tapi gak masalah bagi saya karena ini adalah bukti transparansi.
Ini bukan bentuk promosi lho. Silakan rekan2 membuktikan tulisan saya dengan datang ke SPBU dimaksud. Dan rasakan bedanya. Ditunggu komentarnya ya….